GK: Bukan Novel Biasa
Oleh BAMBANG TRIM
Malam, tanggal 10 Februari kemarin, berlangsung bedah seru novel “Galaksi Kinanthi” karya Tasaro GK. Dokter nyentrik (gimana gak nyentrik, sang dokter hadir dengan jeans kumal khasnya, plus robek sedikit di lututnya, wah-wah), Tauhid Nur Azhar, membedah dengan bahasa akademis yang menarik. Di sisi lain, ditimpali bahasan keren Mbak Rida RSD sebagai pembaca dadakan novel ini.
“Galaksi Kinanthi ini menghubungkan antara Islam tradisional dan Islam rasional (liberal). Jadi, kalau mau cari persinggungan tradisional dan liberal dalam kisah yang nyaris sempurna, ya di novel ini,” ujar Dokter Tauhid sambil melempar senyum.
“Saya melihat cinta begitu realistis. Tema yang aktual dan membuat saya tidak bisa berhenti membacanya. Bahkan, beberapa bagian benar-benar mengaduk emosi,” demikian ringkas Rida berbinar dengan jilbabnya.
He-he-he bagaimana dengan Tasaro GK sendiri? Mengaku jujur, dia sendiri tidak pernah membayangkan bahwa novelnya adalah adonan nikmat spiritual, plus aktualisasi cinta, ditambah bumbu kontekstual tentang sebuah kampung di Gunung Kidul yang kerap merana dan drama trafficking yang hampir tak terjamah sebagai sebuah tragedi bangsa.
Polosnya, Tasaro GK tak merencanakan semua itu. Gagasan mengalir begitu saja dengan plot yang memang sudah direncanakan–plot maju, lalu flashback, membuat pembaca diharu-biru oleh waktu sekaligus tempat-tempat yang menggetarkan. Aneh bin ajaib nuansa-nuansa spiritual hadir begitu kental, pertentangan batin dengan perwatakan tokoh yang ok banget, serta sindiran-sindiran atas kebobrokan dunia, untuk tidak mengatakan moral manusia.
Hmm… novel ini seperti jawaban untuk pro-kontra “Wanita Berkalung Sorban”. Sebaiknya, Hanung segera memfilmkan novel ini untuk memahami lebih dalam simbol dalam spiritualitas. Tapi, saya kira Tasaro GK akan lebih memilih Imam Tantowi untuk memfilmkannya. Seperti kata Rida RSD, “Novel ini harus difilmkan!” Adakah produser dan sutradara yang berminat? Baca dulu novelnya, jangan pernah tertarik dengan kecapnya!
Lalu, GK ini novel spiritual, aktual, atau kontekstual? Ibarat sebuah pasaraya, semuanya ada. “Tasaro memang penulis kaya,” demikian komentar Mbak Helvy Tiana Rosa.
GK memang novel kaya yang membuat kita keluar dari Garis Kemiskinan hanya disebabkan kuatnya Gairah Kemunafikan. Semoga membaca GK membuat Anda memasuki wilayah Gemilang Kehidupan karena dikayakan oleh makna, rasa, dan emosi dalam adonan penuh kualitas: spiritualitas, aktualitas, dan kontekstualitas.
Selamat membaca, tapi jangan lupa beli dulu novelnya.
>>BAMBANG TRIM (praktisi perbukuan Indonesia)

Iya mas Bambang (the Editor in Chief ya?), saya sudah beli novelnya sekitar 3 bulan yang lalu, tapi baru sempat membaca dan selesai kemarin.
Ini buku pertama Tasaro GK yang saya baca. Setelah membaca GK ini, saya jadi tertarik untuk mencari dan membaca buku-buku Tasaro yg lain.
Tentang GK, dari daftar isinya, (yang menggunakan nama-nama rasi bintang) sudah menimbulkan keingintahuan, apa saja yang akan diceritakan dari masing-masing rasi tersebut terkait dengan kehidupan Kinanthi.
Tasaro bisa bercerita tentang cinta, pola pikir, tekad, kemauan, rasa rindu dengan kata-kata yang tepat. Endingnya juga dibuat naik-turun, sehingga membuat penasaran, apakah Kinanthi akan melanjutkan hidupnya dengan Zhaxi ataukah dengan Ajuj.
Spektakuler………………
mana lanjutan ceritanya???
berapa tahun lagi??
Cepetan,, bikin penasaran …